{"id":2052,"date":"2026-09-16T06:27:23","date_gmt":"2026-09-16T06:27:23","guid":{"rendered":"https:\/\/pustakanews.com\/?p=2052"},"modified":"2026-09-16T06:35:44","modified_gmt":"2026-09-16T06:35:44","slug":"dihadapan-komisi-ii-dpr-ri-gubernur-yulius-paparkan-sejumlah-persoalan-pertahanan-dan-tata-ruang-sulut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/2026\/09\/16\/dihadapan-komisi-ii-dpr-ri-gubernur-yulius-paparkan-sejumlah-persoalan-pertahanan-dan-tata-ruang-sulut\/","title":{"rendered":"Dihadapan Komisi II DPR RI, Gubernur Yulius Paparkan Sejumlah Persoalan Pertahanan dan Tata Ruang Sulut"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\"><span style=\"text-transform: initial;\">SULUT &#8211; Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE memaparkan sejumlah persoalan strategis terkait pertanahan dan tata ruang di hadapan Komisi II DPR RI, Selasa (15\/9\/2026).<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dalam rapat tersebut, Gubernur Yulius mendapat giliran bicara selama 3 menit mewakili Provinsi Sulawesi Utara. Ia langsung menyoroti kondisi geografis Sulut yang unik.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cSulawesi Utara itu 33% daratan, 77% lautan,\u201d kata Gubernur Yulius mengawali laporannya. Dari 33% daratan itu, sebagian besar berupa pegunungan, lembah, dan jurang. Lahan datar sangat terbatas.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kondisi itu berdampak langsung pada sektor pertanian. Gubernur menyebut Sulut hanya memiliki 39.000 hektare sawah. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cKalau kita bicara untuk swasembada beras itu pasti sudah tidak mungkin karena hanya 39.000. Itu pun kita kesulitan mencari tempat-tempat datar,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Persoalan kedua yang disampaikannya adalah terkait Hak Guna Usaha (HGU). Banyak HGU di Sulut yang masa berlakunya sudah selesai. Padahal lahan tersebut potensial untuk dimanfaatkan daerah.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cKami ingin HGU-HGU itu dikembalikan ke daerah,\u201d tegas Gubernur. Hal ini agar Pemprov bisa mengelola langsung melalui Perusda atau BUMD, atau dengan skema Hak Pengelolaan Lahan sesuai peruntukannya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Masalah ketiga menyangkut Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang. Dari 5 DPSP di Indonesia, Likupang adalah satu-satunya yang belum berjalan optimal.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Penyebabnya, lahan di Likupang yang ditetapkan sebagai DPSP tumpang tindih dengan HGU milik PTP.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cIni sudah lama sekali tidak pernah selesai. Dari lima di Indonesia, hanya Sulut yang belum dikerjakan sampai hari ini,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Gubernur mengaku sudah berulang kali melapor ke pusat, termasuk ke Komisi IV DPR RI, agar masalah tumpang tindih ini dibantu diselesaikan. Namun hingga kini belum ada kejelasan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia berharap dengan DPSP Likupang yang tuntas, pariwisata Sulut bisa bergerak lebih cepat dan memberi dampak ekonomi langsung ke masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Persoalan keempat adalah terkait lahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sudah mati. Ribuan hektare lahan tambang terbengkalai dan tidak bisa diolah karena kewenangannya ada di Kementerian ESDM.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cIni bukan hanya di ATR BPN saja, tetapi ada juga di Kementerian ESDM yang ribuan hektare terbengkalai di situ. Ini juga menjadi atensi untuk kita,\u201d ujar Gubernur.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Merespons itu, pimpinan Komisi II DPR RI meminta agar seluruh persoalan lahan tersebut diinventarisir. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cNanti kita bikin tim bersama. Komisi 2 yang akan mengawasi langsung dengan Menteri ATR BPN,\u201d kata pimpinan rapat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Komisi II juga mendorong agar HGU yang sudah habis bisa segera diperuntukkan bagi daerah. Opsi yang muncul: diterbitkan kembali HGU melalui BUMD atau diberikan HPL sesuai peruntukannya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cPrinsip dasarnya kita ingin menjadi jembatan yang baik antara pusat dan daerah. Kalau daerah bisa menjadi tuan di kampungnya sendiri itu tentu kita lebih senang,\u201d tegas pimpinan Komisi II.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Gubernur Yulius menyambut baik arahan tersebut. Ia berharap inventarisasi segera dilakukan agar persoalan tidak berlarut-larut.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cJangan sampai dua kali gubernurnya datang ke Komisi 2 kita gak beres. Urusan P3K cukup sekali datang gubernur beres Pak,\u201d pungkas Gubernur Yulius disambut tawa anggota dewan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Rapat ditutup dengan komitmen Komisi II untuk mengawal penyelesaian masalah agraria di Sulut bersama Kementerian ATR\/BPN dan Kementerian ESDM.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SULUT &#8211; Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE memaparkan sejumlah persoalan strategis terkait pertanahan dan tata ruang di hadapan Komisi II DPR RI, Selasa (15\/9\/2026). Dalam rapat tersebut, Gubernur Yulius mendapat giliran bicara selama 3 menit mewakili Provinsi Sulawesi Utara. Ia langsung menyoroti kondisi geografis Sulut yang unik. \u201cSulawesi Utara itu 33% [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2053,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-2052","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sulut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2052","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2052"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2052\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2054,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2052\/revisions\/2054"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2053"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2052"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2052"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2052"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}