{"id":1748,"date":"2026-05-17T07:24:50","date_gmt":"2026-05-17T07:24:50","guid":{"rendered":"https:\/\/pustakanews.com\/?p=1748"},"modified":"2026-05-17T07:24:50","modified_gmt":"2026-05-17T07:24:50","slug":"oligarki-melumpuhkan-demokrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/2026\/05\/17\/oligarki-melumpuhkan-demokrasi\/","title":{"rendered":"OLIGARKI  MELUMPUHKAN DEMOKRASI"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\"><span style=\"text-transform: initial;\">Oleh: Alfian Polla Daini<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Filsuf Perancis Montesquieitu dalam bukunya<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>the spirit of the laws<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>1748. Trias politica adalah konsep pemisahan kekuasaan negara menjadi tiga cabang yang independen, namun saling mengawasi. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sistem ini bertujuan mencegah konsentrasi kekuasaan untuk menghindari tirani.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Yang terjadi sekarang di Indonesia dan negara-negara lain, penguasa jadi pengusaha, pengusaha jadi penguasa.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dalam konteks<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Relasi Triangulasi<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>antara negara pasar dan masyarakat, masyarakat<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Civil Society menjadi lemah dan dilemahkan, karena kolusi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\"><span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Antara negara, para penguasa pasar para pengusaha.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Berapa contohnya termasuk di negara kita pengusaha dan penguasa. Dalam konteks<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Trias politica Montesquieitu itu sudah bertentangan dari aspek utama suatu demokrasi. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kemudian tidak bisa negara pasar masyarakat di kuasai oleh dia lagi dan dia lagi, Oligarki itu<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>maaf&#8221; selalu buruk bagi demokrasi tidak ada Oligarki yang demokratis. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Mau dipakai kosmetik apapun yang namanya Oligarki itu yang akan bela kepentinganya sendiri<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>dan kelompoknya. Tidak mungkin Oligarki membela kepentingan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Apalagi Sekarang ini sedang gemarnya politik<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>pencitraan.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Apakah pemimpin yang<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>benar-benar mencintai masyarakatnya? Atau pura-pura<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>peduli pada rakyatnya!Masuk gorong goronglah, masuk Sungai lah membuat terharu termasuk saya juga.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kelihatan pemimpin hebat dan itu harus saya akui.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ada pemimpin sedemikian itu masuk gorong &#8211; gorong dan sebagainya. Tapi apa yang terjadi? <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Lupakan semua theory dan Konsep, cukup kita lihat dengan kasat mata saja orang-orang yang kita harapapkan membawa Negeri ini menjadi lebih demokratis justru Oligarki utama. Dan saya khawatir, semoga saya salah menduga, saya senang kalau dugaan saya salah.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kalau militer ikut berpolitik dan dikuasai oleh Oligarki yang sama, maka tamatlah Riwayat demokrasi di negara itu. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kita tidak perlu baca buku yang banyak-banyak. Contohnya Hari ini Jenderal<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>A di Mutasi besoknya<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>di ganti kebijakan itu<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>tanda-tanda zaman. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Karena militer itu Seharusnya bukan bagian dari penguasa tapi kemudian militer sudah nurut ke Oligarki itu akan Sulit. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dan kemudian aparat penegak hukum juga ikut ikutan di Intervensi wah&#8221; korup berpontensi dan repot untuk di hindari.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kemudian ini menjadi pertanyaan buat kita, semua untuk apa kita belajar seperti ini? para mahasiswa dan mahasiswi juga akan ada pertanyaan dalam benak mereka, dengan kenyataan saat ini. Beda dengan apa yang mereka ketahui di bangku kuliah. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Tapi masalah bukan hanya kita tahu saja dan kemudian setelah kita tahu terus kita buat apa? Itu masalahnya!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Alfian Polla Daini Filsuf Perancis Montesquieitu dalam bukunya\u00a0 the spirit of the laws\u00a0 1748. Trias politica adalah konsep pemisahan kekuasaan negara menjadi tiga cabang yang independen, namun saling mengawasi. Sistem ini bertujuan mencegah konsentrasi kekuasaan untuk menghindari tirani. Yang terjadi sekarang di Indonesia dan negara-negara lain, penguasa jadi pengusaha, pengusaha jadi penguasa. Dalam konteks\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1446,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1748"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1748"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1749,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1748\/revisions\/1749"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1446"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakanews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}