YSK: TIFF 2026 Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Daerah

0 28

SULUT – Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 kembali menyuguhkan kemeriahan melalui agenda utama Tournament of Flowers (Flower Parade) yang digelar di pusat Kota Tomohon, Sabtu (8/8/2026).

Namun, bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, TIFF bukan sekadar festival untuk mempertontonkan keindahan bunga.

Event yang telah memasuki penyelenggaraan ke-14 ini dinilai memiliki dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat, khususnya petani bunga lokal.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dalam sambutannya menegaskan bahwa TIFF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah.

Menurut Yulius, TIFF tahun ini terasa semakin istimewa karena tetap menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, sekaligus berlangsung dalam suasana menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“TIFF tahun ini menandai edisi ke-14 penyelenggaraannya, yang boleh dikatakan istimewa, karena TIFF masih konsisten berada dalam Kharisma Event Nasional (KEN) 2026,” ujar Yulius dalam sambutannya.

Ia mengatakan, pelaksanaan TIFF yang berlangsung pada bulan Agustus turut menyelaraskan semangat festival dengan momentum kebangsaan menuju peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

353 Ribu Krisan, Ekonomi Petani Bergerak

Salah satu dampak nyata TIFF 2026 terlihat dari keterlibatan para petani bunga lokal.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 37 petani bunga lokal secara swadaya menyiapkan sekitar 353 ribu pohon krisan.

Sementara itu, terdapat 35 float yang ambil bagian dalam Tournament of Flowers, terdiri dari 17 float besar dan 18 float kecil.

Kebutuhan bunga untuk parade tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 210 ribu pohon bunga segar.

Angka tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp840 juta di tingkat petani bunga.

Yulius menyebut angka tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara seni dan pariwisata mampu memberikan efek domino terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat.

“Dampaknya dirasakan langsung oleh petani, perajin, dekorator, hingga sektor usaha kuliner, perhotelan dan transportasi,” demikian substansi yang disampaikan Gubernur.

“Collaboration of Spirit” dan Semangat Mapalus

TIFF 2026 mengusung tema “Collaboration of Spirit”. Tema tersebut menurut Gubernur Yulius menggambarkan pentingnya sinergi berbagai elemen dalam membangun festival sekaligus mengembangkan pariwisata Sulawesi Utara.

Kolaborasi itu melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku seni, sektor swasta, UMKM hingga media.

Semangat tersebut kemudian dipadukan dengan nilai Mapalus, budaya gotong royong masyarakat Sulawesi Utara yang dinilai mampu menjadi jembatan antara tradisi lokal dengan panggung internasional.

“Melalui kerja bersama ini, kita mengangkat semangat Mapalus atau gotong royong, menjadi jembatan budaya yang menghubungkan tradisi lokal dengan kancah internasional,” kata Yulius.

Selain aspek ekonomi dan budaya, TIFF juga diarahkan menjadi bagian dari komitmen menjaga lingkungan serta mempertahankan Tomohon sebagai Kota Bunga dan salah satu produsen bunga utama di Sulawesi Utara.

Gubernur: TIFF Harus Jadi Ikon Sulut di Dunia

Gubernur Yulius berharap TIFF tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus berkembang menjadi salah satu ikon pariwisata Sulawesi Utara yang memiliki daya tarik internasional.

Menurutnya, keberhasilan TIFF dapat memberikan dampak strategis terhadap pembangunan daerah dan kemajuan sektor pariwisata Indonesia.

Festival ini juga membuka peluang investasi, memperkenalkan potensi agrowisata Sulawesi Utara, serta memperkuat hubungan persahabatan dan diplomasi budaya antarnegara.

“Besar harapan saya, perhelatan Tomohon International Flower Festival ini dapat terus kita dukung bersama, kita dukung main event dan side event-nya, sehingga dapat terus berlanjut, bahkan dapat berkembang semakin megah,” ujar Yulius.

Ia berharap TIFF tetap menjadi kebanggaan Kota Tomohon, Sulawesi Utara, hingga Indonesia di panggung dunia.

Dengan kekuatan bunga, kreativitas, budaya dan kolaborasi masyarakat, TIFF 2026 kembali menunjukkan bahwa pariwisata bukan hanya soal mendatangkan wisatawan, tetapi juga bagaimana event besar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.(***)

Leave A Reply

Your email address will not be published.